Minggu, 22 April 2018

pengembangan e-leaarning dalam pembelajaran kimia

  Beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran kimia di SMA adalah keterbatasan sumber belajar yang ada yaitu hanya dengan menggunakan buku teks, banyak terdapat konsep-konsep abstrak, lemahnya interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas, kecepatan dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda dan keterbatasan waktu yang tersedia dalam pembelajaran di  kelas.  Ken dn Middlecap (1994) mengemukakan bahwa untuk dapat memahami suatu konsep dengan utuh, kita harus mengenal konsep tersebut baik dari tingkat makroskopis maupun mikroskopisnya. Solusi yang diharapkan mampuatau dapat mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar berbasis e-learning.
Kemajuan dan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini memberi-kan peluang dan sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Salah satu peluang dan tantangan ini berupa pemanfaatan TIK untuk mendukung proses belajar mengajar. Peluang yang dimak-sud adalah adanya kemungkinan meningkatkan hasil belajar dengan memanfaatkan TIK. Ada-pun tantangannya adalah tuntutan kemauan dan kemampuan untuk memanfaatkan TIK guna meningkatkan hasil belajar. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran menuntut dukungan kebi-jakan institusi, sarana dan prasarana, perangkat hardware dan software, serta brainware, yakni sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan mengelola dan menggunakan TIK.
Salah satu bentuk pemantaatan TIK dalam pembelajaran adalah e-learning. Istilah e-learn-ing dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan istilah yang popluer di kalangan dunia pen-didikan, khususnya di perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi bahkan menjadikan e-learning sebagai nilai tambah yang menjadi kebanggaan untuk menarik calon mahasiswa. Seo-lah keberadaan e-learning di sebuah perguruan tinggi menjadi indikator bahwa pergururan tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi “modern” dengan fasilitas dan infrastruktur TIK yang membanggakan. Terlebih lagi dengan keberadaan sistem-sistem informasi online lainnya seperti sistem informasi akademik, sistem administrasi online, perpustakaan online (e-library), dan lain-lain.
 
            Bahan ajar yang tersedia di sekolah biasanya hanya berupa buku teks. Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menemgah dan Atas (2010), bahn ajar dalah segala bentuk bahan berupa seperangkat materi yng tersusun secara sistemtis untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan siswa untuk belajar.  Menurut Depdiknas (2008), bhn ajar dapat dikembangkan  dalam berbgi bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan dajn karakteritik materi yang akan disajikan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan alat bantu  media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif seperti penggunaan computer atau internet. Penggunan internet dalam prose pembelajaran  dikenal dengan istilah e-learning.
  
A.      Definisi e-Learning 
            e-Learning atau pembelajaran elektronik, merupakan salah satu bentuk dari aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kegiatan pembelajaran. Adapun definisi e-Learning menurut ahli :
“A broad combination of processes, content, and infrastructure to use computers and networks to scale and/or improve one or more significant parts of a learning value chain, including management and delivery.” (Adrich dalam Clark : 2010)
            Clark Adrich dalam bukunya yang berjudul “Simulations and the Future of Learning” menekankan definisi e-Learning pada kerangka berpikir penggunaan jaringan komputer. Ia menyatakan bahwa e-Learning merupakan sebuah kombinasi antara proses, materi dan infrastruktur dalam penggunaan komputer dan jaringannya dalam rangka meningkatkan kualitas pada satu atau lebih bagian signifikan dari aspek-aspek rangkaian kegiatan pembelajaran, termasuk di antaranya adalah aspek manajemen dan aspek pendistribusian materi pelajaran.
            e-Learning atau electronic learning merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet.
“E-Learning is a broad set of applications and processes which include web-based learning, computer-based learning, virtual and digital classrooms. Much of this is delivered via the Internet, intranets, audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The definition of e-Learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronic means of communication, education, and training.” (The American Society for Training and Development/ASTD: 2009)
Organisasi Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan (The American Society for Training and Development/ASTD) memberikan definisi umum yang lebih spesifik terhadap metode maupun media yang digunakan dalam proses e-Learning. Definisi ini dimuat dalam situs web about-elearning.com. Definisi tersebut menyatakan bahwa e-Learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), pendidikan virtual (virtual education) dan/atau kolaborasi digital (digital collaboration). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif dan CD-ROM. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-Learning bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan e-Learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.  
            e-Learning merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat untuk membantu kegiatan pembelajaran, yang dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. Secara formal misalnya berupa kurikulum, silabus, mata pelajaran, dan tes yang telah diatur sesuai jadwal oleh pihak-pihak terkait, yaitu pengelola e-Learning.
            Dengan e-Learning pembelajaran akan lebih menarik karena tampilan di layarnya bisa dibuat variatif yang menarik. Pembelajaran ini dapat juga disebut pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh Perguruan Tinggi dan biasanya perusahaan konsultan yang bergerak dibidang penyedia jasa e-Learning untuk umum. Sedang secara informal misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau web pribadi, dan perusahaan yang mensosialisasikan untuk masyarakat, dan biasanya jasa seperti ini gratis.
            Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, MAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar elektronik lain.
B.       Fungsi dan Tujuan e-Learning
1.      Fungsi e-Learning
e-Learning sebagai suatu model pembelajaran yang baru memiliki beberapa fungsi terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). Siahaan dalam Kamil (2010), memaparkan fungsi e-Learning tersebut sebagai berikut:
a.    Suplemen; Dikatakan berfungsi sebagai suplemen atau tambahan apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran.
b.    Komplemen; Dikatakan berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis: 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c.    Substitusi; Beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.
c.
2.      Tujuan e-Learning
Tujuan e-Learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para pembelajar atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para pembelajar, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para pembelajar sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-Learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telepon, dan satelit. Salah satu bagian dari kegiatan e-Learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana pengajar dan pembelajar tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berkesinambungan, artinya pembelajar bisa belajar setiap saat, balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan iqfrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung terhadap kelangsungan e-Learning. Dikemukakan juga sepintas mengenai peluang dan tangangan media e-Learning, seperti pada media voice mail, audiotape, audioconference, e-mail, online chat, web based education, videotape, satellite videoconference, microwave videoconference, dan cable atau broadcast television.
C.      Model-Model e-Learning
            Berdasarkan definisi dari ASTD, e-Learning bisa dibagi ke dalam empat model, yaitu:
1.    Web-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Web)
            Pembelajaran berbasis web merupakan “sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antarmuka web” (Munir 2009:231). Dalam pembelajaran berbasis web, peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran secara online melalui sebuah situs web. Merekapun bisa saling berkomunikasi dengan rekan-rekan atau pengajar melalui fasilitas yang disediakan oleh situs web tersebut.
2.    Computer-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Komputer)
            Secara sederhana, pembelajaran berbasis komputer bisa didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran mandiri yang bisa dilakukan oleh peserta didik dengan menggunakan sebuah sistem komputer. Rusman (2009: 49) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis komputer merupakan “... program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.”
3.    Virtual Education (Pendidikan Virtual)
            Berdasarkan definisi dari Kurbel (2001), istilah pendidikan virtual merujuk kepada suatu kegiatan pembelajaran yang terjadi di sebuah lingkungan belajar di mana pengajar dan peserta didik terpisah oleh jarak dan/atau waktu. Pihak pengajar menyediakan materi-materi pembelajaran melalui penggunaan beberapa metode seperti aplikasi LMS, bahan-bahan multimedia, pemanfaatan internet, atau konferensi video. Peserta didik menerima mater-materi pembelajaran tersebut dan berkomunikasi dengan pengajarnya dengan memanfaatkan teknologi yang sama.
4.    Digital Collaboration (Kolaborasi Digital)
            Kolaborasi digital adalah suatu kegiatan di mana para peserta didik yang berasal dari kelompok yang berbeda (kelas, sekolah atau bahkan negara bekerja) bersama-sama dalam sebuah proyek/tugas, sambil berbagi ide dan informasi dengan seoptimal mungkin memanfaatkan teknologi internet.
C.      Kelebihan & Kekurangan e-Learning
            e-Learning memiliki kelebihan tersendiri bila dipandang sebagai sebuah alternatif untuk model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, Riyana (2007: 22) menyebutkan kelebihan-kelebihan tersebut sebagai berikut:
1.    Interactivity (Interaktifitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
2.    2. Independency (Kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
3.     Accessibility (Aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan Internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
4.    Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming, simulasi dan animasi.  
Adapun kekurangan e-Learning, diantaranya:
1.         Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-Learning ini.
2.          Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
3.         Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-Learning.
4.         Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
5.         Materi tidak sesuai dengan umur pebelajar.
6.         Pemanfaatan hak cipta untuk tugas-tugas sekolah.
7.         Perkembangan yang tidak terprediksikan.
8.         Pengaksesan yang memerlukan sarana tambahan.
9.         Kecepatan mengakses yang tidak stabil.
10.     Kurangnya pengontrolan kualitas. 
D.      Proses Pengembangan e-Learning
            pengembangan sebuah aplikasi e-Learning hendaknya juga diarahkan agar mampu memenuhi empat filosofi e-Learning seperti yang dikemukakan Cisco dalam Rusman (2009: 198) sebagai berikut:
1.    e-Learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara online;
2.     e-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi;
3.    e-Learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan;
4.    Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya akan memberikan hasil yang baik.
E.       Pemanfaatan e-Learning dalam Pembelajaran
1.    Media berbasis komputer
Teknologi komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah peserta didik berikut ini:
                    i.          Ranah Kognitif
Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.
                  ii.          Ranah Afektif
Ranah afektif bisa dicapai dengan menggunakan clip, film, suara atau video yang isinya menggugah perasaan. Peserta didik diajak untuk menghayati desain yang dibuat serta mengenalisis baik gambar atau suara.
                iii.          Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
2.    Media berbasis internet
a.    E-Mail
Elekktronic Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang lainnya. 
b.    Blog
Istilah blog merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar, bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan yaitu:
1)   Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas, maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut.
2)   Blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
3)   Komunitas bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.
c.    Mesin Pencarian (Search Engine)
Search Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan, dengan kata lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com. Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian.
F.       Penerapan e-Learning dalam Pembelajaran
            Pembelajaran elektronik (e-Learning) telah dimulai pada tahun 1970-an. Kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai  e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari internet dapat dikatakan telah dikatakan e-Learning?. Setidaknya ada 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu :
a.     kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (misalnya penggunaan internet)
b.    tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, misalnya CD-Room, atau bahan cetak
c.     tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan.
            Di samping ketiga persyaratan tersebut masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya : (a) lembaga yang mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan pendidik/tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet,    (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari oleh setiap peserta didik, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta didik, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
            Ada beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-Learning dewasa ini, antara lain :
a.     harga perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan sebagai barang mewah).
b.    Peningkatan kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas penyimpanan data semakin besar
c.     Memperluas akses atau jaringan komunikasi
d.    Memperpendek jarah dan mempermudah komunikasi
e.     Mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.
Permasalahan :
1. apakah dengan pembelajaran e-learning siswa dapat lebih mudah belajar dan materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik?
2. Sebagaimana yang kita ketahui, pengembangan e-learning dalam pembelajaran dapat memudahkan peserta didik dengan bantuan internet. Lalu bagaimana jika sekolah yang tidak memiliki fasilitas internet? Alatbantu yang bagaimana yang digunakan supaya peserta didik tersebut tetap paham dengan materi yang akan disampaikan!
 
SUMBER
Andi. Munir. 2009. Pembelajaran Jarak Jauh. Bandung: Alfabeta.
Anitah, Sri. 2009. Media Pembelajaran. Surakarta: UNS Press.
The American Society for Training and Development (ASTD). (2012). Definition of e-Learning. [Online]. Tersedia: http://www.about-elearning.com/definition-of-e-learning.html. 
http://nellysarimartini55.blogspot.co.id/2017/02/pengembangan-e-learning-dalam.html
 

32 komentar:

  1. Saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang pertama, Makna Sesungguhnya e-learning adalah segala proses pemindahan keahlian dan pengetahuan dengan segala media digital maupun jaringan baik itu intranet maupun internet. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa e-book, video dan audio yang digitalkan dalam bentuk kepingan CD sudah menerapkan cara pembelajaran e-learning. Sebagian besar orang menganggap bahwa e-learning itu sebatas pembelajaran secara online. Beberapa para ahli menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan internet. Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e”atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. E-learning yang dibahas dalam paper ini adalah e-learning yang menekankan penggunaan internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya setuju dengan pendapat anda , bahkan e learning membantu siswa untuk menambah waktu untuk belajar

      Hapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1.
    Kelebihan E-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
    Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. Menurut saya, dengan adanya fasilitas multimedia tersebut akan lebih memudahkan siswa untuk belajar dan menyerap pelajaran yang disampaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya memang benar , lalu fasiilitas mulimedia yang bagaiamnakah maksud dari anda?

      Hapus
  3. Assalamualaikum saudari fania, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.

    Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa media itu sangat banyak. Tidak hanya e-learning saja. Dan jika sekolah tersebut tidak mempunyai fasilitas internet. Kita bisa menjelaskan materi menggunakan media lain.

    Contoh : seorang guru ingin mengajarkan materi mengenai atom. Namun, karena sekolah itu belom memiliki fasilitas internet. Guru itupun membuay sebuah media dari steroform ataupun alat lain, untuk dapat mengemukakan pendapat para ahli mengenai atom.

    Dan masih banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk mengajarkan kpda siswa slain media e-learning.

    Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan yulisa
      dalam proses pembelajaran target dari sipendidik yaitu tercapainya tujuan pembelajaran. untuk mencapai tujuan pembelajaran tidak hanya harus menggunakan e-learning karena sipendidik harus menyesuaikan kondisi sekolah yang ditempatinya. maka dari itu sipendidik harus mendesaian pembelajaran. dengan itu sipendidik akan menyusun strategi, taktik dan teknik sekalipun alat bantu untuk menunjang keberhasilan pembelajaran.

      Hapus
    2. saya setuju pendapat dari ica dan yulisa , memang e learning ini memang benar2 membantu dalam proses pembelajaran mtapi syangnya tidak dapat dirasakan pada suatu daerah yang tidak terdapat koneksi internet

      Hapus
  4. Saya ingin mencoba menjawab permasalahan pertama saudari,
    E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Seharusnya jika siswa dapat memanfaatkan E-Learning dengan baik maka akan lebih mudah bagi siswa untuk belajar. Karena ELearning memeberikan kesempatan lebih bagus kepada siswa untuk belajara lebih mandiri. Penggunaan E-learning juga nantinya bisa menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan karena sebelumnya siswa bisa saja telah belajar materi tersebut dan siswa bisa mengulang kembali materi setelah proses belajar mengajar selesai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya setuju dengan pendapat anda , tetapi e-learning tidak dapat dirasakah didaerh terpencilnya karena tidak adanya koneksi intrnet

      Hapus
  5. Saya akan menjawab permasalahan nomor 1. Yang mana mudah atau tidaknya penyerapan suatu materi oleh siswa itu tergantung siswanya, sebagai pengajar hanya bisa memberikan tampilan yg semenarik mungkin untuk menarik minat siswa agar dapat belajar dengan baik. e-learning, segala aktivitas belajar dipimpin oleh si pemelajar (murid) itu sendiri. Pemelajar dituntut untuk dapat belajar secara mandiri tanpa kehadiran seorang guru: memperoleh materi, memahami materi, sampai melaksanakan ujian semester secara daring mereka lakukan sendiri. Dengan demikian, e-learning dapat berjalan dengan baik jika si pemelajar aktif dan mandiri dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki.Ketika kita melakukan aktivitas belajar di sekolah, sumber belajar yang kita dapatkan hanya sebatas dari buku pelajaran sekolah dan dukungan penguasaan materi dari guru. Hal ini membuat kita sebagai murid, hanya mengetahui pengetahuan yang terbatas. Sementara ketika kita belajar dengan sistem e-learning, kita bisa mengetahui serta mengasah pengetahuan kita dari berbagai macam sumber belajar. Sumber-sumber belajar tersebut dapat kita peroleh dari mana saja, misalnya buku, ensiklopedia, jurnal, e-book, dan banyak lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar Dengan demikian, e-learning dapat berjalan dengan baik jika si pemelajar aktif dan mandiri dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki.Ketika kita melakukan aktivitas belajar di sekolah, sumber belajar yang kita dapatkan hanya sebatas dari buku pelajaran sekolah dan dukungan penguasaan materi dari guru. Hal ini membuat kita sebagai murid, hanya mengetahui pengetahuan yang terbatas. Sementara ketika kita belajar dengan sistem e-learning, kita bisa mengetahui serta mengasah pengetahuan kita dari berbagai macam sumber belajar

      Hapus
  6. Saya akan menjawab permasalahan nomor 1. Yang mana mudah atau tidaknya penyerapan suatu materi oleh siswa itu tergantung siswanya, sebagai pengajar hanya bisa memberikan tampilan yg semenarik mungkin untuk menarik minat siswa agar dapat belajar dengan baik. e-learning, segala aktivitas belajar dipimpin oleh si pemelajar (murid) itu sendiri. Pemelajar dituntut untuk dapat belajar secara mandiri tanpa kehadiran seorang guru: memperoleh materi, memahami materi, sampai melaksanakan ujian semester secara daring mereka lakukan sendiri. Dengan demikian, e-learning dapat berjalan dengan baik jika si pemelajar aktif dan mandiri dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki.Ketika kita melakukan aktivitas belajar di sekolah, sumber belajar yang kita dapatkan hanya sebatas dari buku pelajaran sekolah dan dukungan penguasaan materi dari guru. Hal ini membuat kita sebagai murid, hanya mengetahui pengetahuan yang terbatas. Sementara ketika kita belajar dengan sistem e-learning, kita bisa mengetahui serta mengasah pengetahuan kita dari berbagai macam sumber belajar. Sumber-sumber belajar tersebut dapat kita peroleh dari mana saja, misalnya buku, ensiklopedia, jurnal, e-book, dan banyak lagi.

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang kedua. Setiap daerah tentu ada yang tidak bisa menjangkau kemampuan koneksi jaringan yang memadai. Bila pembelajaran e-Learning tidak bisa digunakan, maka seorang guru dapat kembali memggunakan metode konvensional dengan alat bantu peraga dan juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan alat bantu, banyak cara kreativitas guru lakukan. Misalnya pada materi model atom, guru bisa menggunakan plastisin sebagai bentuk atom,dll. Dan juga pada materi Larutan, dapat dipraktikkan secara langsung dengan bahan yang sederhana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar , anda menjelaskan tersebut dalam segi kelebihan, lalu bagaimana dengan kekuranganyya?

      Hapus
  8. saya akan menanggapi permasalahan nomor 1 :
    Pembelajaran umum menggunakan lisan, e-learning melalui audio visual

    Kalau biasanya guru di depan kelas kemudian dengan lisan menyampaikan materi, dalam e-learning pemelajar dituntut untuk menguasai materi yang disampaikan oleh media elektronik, dalam bentuk audio visual. Oleh karena itu, keberhasilan belajar pada e-learning dapat ditentukan dari penyampaian materi melalui media elektronik yang mudah dimengerti oleh murid. Jika itu dilakukan, hal tersebut dapat mendorong semangat belajar kepada mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan saudari nurul, dan ingin sedikit menambahkan terkait permasalahan no.1 apakah dengan pembelajaran e-learning siswa dapat lebih mudah belajar dan materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik. Menurut saya ya, siswa dpt lebih mudah belajar, contoh e-learning pada skrng ini yg sdg tren yaitu Quipper. Dimana dgn melalui akses internet kita dpt memahami penjelasan yg dijelaskan pemateri. Dan untuk masalah terserap/tidak materi yg disampaikan kembali pd sistem pemrosesan si anak tersebut. karna karakteristik dari setiap ank berbeda2.

      Hapus
    2. saya setuju dengan ulasan klian berdua jika Dimana dgn melalui akses internet kita dpt memahami penjelasan yg dijelaskan pemateri. Dan untuk masalah terserap/tidak materi yg disampaikan kembali pd sistem pemrosesan si anak tersebut. karna karakteristik dari setiap ank berbeda2.

      Hapus
  9. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1,
    Menurut saya pembelajaran dengan e-learning dapat terserap dengan baik jika dilakukan juga pembelajaran yang dijelaskan oleh guru juga, sehingga materi yang tidak dapat disampaikan guru karena keterbatasan waktu dapat dilengkapi dengan pembelajaran e-learning ini, dimana sumbernya juga harus diperhatikan harus diperhatikan website yang terpercaya agar siswa tidak salah konsep. Jika seperti tu maka siswa mempunyai waktu belajar yang lebih banyak selain disekolah juga belajar dirumah tentu nantinya siswa akan lebih paham materi dan dapat terserap dengan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar, saya sedikit berpendapat , tetapi alangkah baiknya , disertai dengan penggunaan media

      Hapus
  10. Saya akan menjawab pertanyaan no 1 Kalau biasanya guru di depan kelas kemudian dengan lisan menyampaikan materi, dalam e-learning pemelajar dituntut untuk menguasai materi yang disampaikan oleh media elektronik, dalam bentuk audio visual. Oleh karena itu, keberhasilan belajar pada e-learning dapat ditentukan dari penyampaian materi melalui media elektronik yang mudah dimengerti oleh murid. Jika itu dilakukan, hal tersebut dapat mendorong semangat belajar kepada mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lalu apakah media berperan penting dalam e-learning dari yang anda jelaskan?

      Hapus
  11. Saya akan menjawab permasalahan anda yang pertama menurut saya jika dibandingkan dengan tatap muka langsung tentu pembelajaran secara e learning ini kurang efektif bagi siswa. Karena disini interaksi antara guru dan siswa kurang terjalin, apalagi tentang kimia yaitu ilmu pasti pasti agak susah kalau tidak dijelaskan secara tatap muka langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya seju , dan juga dari gurunya yang mampu memberi materi dengan baik sehingga mampu diserapkan oleh siswa

      Hapus
  12. Saya akan menjawab permasalahan anda yang pertama menurut saya jika dibandingkan dengan tatap muka langsung tentu pembelajaran secara e learning ini kurang efektif bagi siswa. Karena disini interaksi antara guru dan siswa kurang terjalin, apalagi tentang kimia yaitu ilmu pasti pasti agak susah kalau tidak dijelaskan secara tatap muka langsung

    BalasHapus
  13. Saya akan menjawab permasalahan anda yang pertama menurut saya jika dibandingkan dengan tatap muka langsung tentu pembelajaran secara e learning ini kurang efektif bagi siswa. Karena disini interaksi antara guru dan siswa kurang terjalin, apalagi tentang kimia yaitu ilmu pasti pasti agak susah kalau tidak dijelaskan secara tatap muka langsung

    BalasHapus
  14. Baiklah saya akan menjawab permasalahan nomer 1.menurut saya e leraning sangan membantu guru dan siswa dalam proses belajar tetapi si guru tidak bisa mengetahui perkembangan sebenarnya siswa nya,karna tidak ada tatap muka langsung. Dan juga tidak mengwtahui apakah siswa nya belajar dengan baik atay tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sebenarnya itu tergantung gurunya , kalu gurunya bisa mengatur dan gguru mampu memberikan kuis kuis untuk menguji kemampun siswa itu

      Hapus
  15. baik disini saya akan menambahkan sedikit tentang permasalahan yang pertama, menurut saya dengan adanya e-learning pembelajaran akan berjalan dengan efektif apabila siswa tidak menyalahgunakan internet untuk hal-hal yang lain selain belajar. dan e-learning juga dapat berjalan apabila akses internet yang digunakan baik. sehingga tidak ada kendala siswa untuk belajar dengan baik. dan apakah berjalan sesusai dengan materi atau tidak, menurut saya itu tergantung kepada guru yang menyampaikan materi, walaupun gurunya tidak menyampaikan materi dengan lengkap siswa dapat bertanya , sehingga e-learning itu terjadi proses tanya jawab dan evaluasi dari guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tentunya harus ada partisipasi dari siswa tersebut

      Hapus
  16. Dari permasalahan nomor 1. Menurut saya, e-learning itu digunakan karna untuk mempermudah guru dalm mengajar. Tidak perlu melakukan tatap muka secara langsung. Dan itu cukup efektif jika diikuti dengan baik.

    BalasHapus
  17. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, MAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar elektronik lain.

    BalasHapus
  18. Saya akan menjawab permasalahan no satu
    Yang mana mudah atau tidaknya penyerapan suatu materi oleh siswa itu tergantung siswanya, sebagai pengajar hanya bisa memberikan tampilan yg semenarik mungkin untuk menarik minat siswa agar dapat belajar dengan baik. e-learning, segala aktivitas belajar dipimpin oleh si pemelajar (murid) itu sendiri. Pemelajar dituntut untuk dapat belajar secara mandiri tanpa kehadiran seorang guru: memperoleh materi, memahami materi, sampai melaksanakan ujian semester secara daring mereka lakukan sendiri. Dengan demikian, e-learning dapat berjalan dengan baik jika si pemelajar aktif dan mandiri dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki.Ketika kita melakukan aktivitas belajar di sekolah, sumber belajar yang kita dapatkan hanya sebatas dari buku pelajaran sekolah dan dukungan penguasaan materi dari guru. Hal ini membuat kita sebagai murid, hanya mengetahui pengetahuan yang terbatas.

    BalasHapus